Banyak yang bilang kayak orang nggak niat nikah aja.
Kami sengaja nggak pake EO, soksokan mau ngurus sendiri, tapi apa daya malah keteteran nggak tau harus mulai dari mana. Nggak gampang ternyata cari vendor yang cocok harga and produknya, khususnya vendor undangan. giliran harganya cocok produknya yang gak cocok, dan sebaliknya, eeh giliran harga and produknya cocok malah ditolak gara2 waktunya terlalu mefeet, mereka nggak sanggup katanya mengerjakan dalam waktu satu bulan. Apa karena pesennya cuma dikit yaa makanya ditolak. hihi
Bingung mikirin konsep yang bagus seperti apa, keinginan saya cumasatu, yang desainnya nggak pasaran gtu aja. tapi undangan yang desainnya nggak pasaran itu mahal bingits...
Saya sengaja tidak memasang foto preweding di dalam undangan, karena menurut saya undangan hanya 1 kali pake dan setelah itu pasti dibuang. Nggak tega donk ngeliat muka sendiri ada ditempat sampah.
Terinspirasi dari salah seorang teman yang saat itu mau nikah juga, dia membuat siluet dia dan pasangannya. Tercetus ide untuk ikut-ikutan pesan, saya sempat menanyakan dimana dia pesan, dan saya sudah menghubungi si pembuat siluet tersebut. Tapi kata suami saya bisa membuatnya sendiri, dan suami saya tetap meyakinkan saya kalau saya bisa. Saya berfikir kalau saya pesan di orang lain hasilnya juga bakalan pasaran juga donk. Akhirnya saya bertekad membuatnya sendiri dengan Photoshop. Sebernya nggak pede juga siih, takut kalo hasilnya nggak memuaskan, dan jadi bahan omongan. tapi bagaimanapun juga menurut saya buatan sendiri itu jauh lebih keren daripada buatan pabrik, karena hasil karya sendiri itu nggak ada duanya.
Sebenarnya memang keinginan saya kalau undangannya homemade buatan sendiri, tapi karena nggak kepikiran dari awal dan baru kepikiran waktu sudah mefeet sekali alhasil saya hanya bisa mendesain cover undangan sendiri dan untuk mencetaknya kami serahkan ke vendor, yang nyebelin harganya sama aja gak dikasih diskon sedikitpun padahal juga pelayanannya nggak seberapa memuaskan. hiks :(
![]() |
| Siluet buatan saya |
Untuk undangan saya pake vendor Warna Souvenir, letaknya di Royal Plaza Lt Bawah sendiri kalau nggak salah sih lantai UG namanya.
Tapi jujur saya kecewa sama vendor ini, Ada beberapa hal yang membuat saya kecewa:
Pertama, dia berjanji menyelesaikan draft dalam waktu 1 minggu, tapi ketika ditemui masih belum selesai
kedua dia berjanji membuatkan peta versi rapinya yang bukan sekedar coret-coretan pena alias computizenya sementara saya hanya membuatkan draftnya, tapi nyatanya saya yang membuat versi computernya juga
ketiga,ketika saya memutuskan memilih vendor Warna Souvenir dia berjanji dapat menyelesaikan dalam waktu satu bulan, tapi nyatanya hingga awal bulan menuju hari H belum jadi juga, gmn nggak deg-deg sir. mau ganti vendor juga sudah tidak mungkin lagi, nggak ada waktu lagi, mau woro-woro kalau saya bulan Februari mau nikah, tapi undangannya aja belum jadi. hiks jadi nikah nggak sih??.. sampai akhirnya h-2 minggu undangan baru bisa di ambil. aaak akhirnyaa lega rasanya, kalau undangan sudah ditangan.
keempat, orangnya susah sekali dihubungi
kelima, hasilnya nggak rapi, lemnya belepotan.
![]() |



0 komentar:
Posting Komentar