Wedding Preparation Story

Hal yang paling menyenangkan itu ketika membicarakan tentang pernikahan dan berbagai macam persiapannya, apalagi kalau terjun langsung dalam persiapannya pasti menguras banyak waktu, pikiran dan tenaga, tapi seruuu !!!  ada perasaan deg-degan, semangat yang menggebu-gebu, kesel, cemas, penasaran, bahagia dan yang pastinya nggak sabar. Mulai dari mencari vendor, melihat-lihat model kebaya, mendesain undangan, membaca cerita-cerita calon pengantin di blog



Mungkin sebagian besar orang menginginkan pesta pernikahan mewah dengan tamu undangan yang sebagian besar pejabat penting. Saya pun sempat berfikiran bahwa pesta yang mewah itu keren. Tapi setelah saya pikir2 semua itu gak ada gunanya. Uang ratusan juta dihabiskan untuk pesta yang hanya sekejap mata padahal nyarinya butuh kerja keras siang malam banting tulang, peras keringat. Daripada dibuat seperti itu lebih baik buat DP rumah, atau di buat honeymoon keluar negeri, sayangnya nggak ada uang segitu. hehe

  Konsep pernikahan yang kami inginkan sederhana, intinya kami hanya ingin mengumpulkan keluarga besar dari kedua belah pihak. Rencana awal sih nggak pake resepsi, habis akad nikah langsung makan bersama di rumah makan gtu, tapi karena ada kendala dari KUA klo akad nikah tidak bisa dilaksanakan pada hari libur dan hanya bisa dilaksanakan pada hari dan jam kerja, hal itu tidak memungkinkan untuk mengundang keluarga besar kami di jam kerja karena sebagian besar keluarga kami adalah pekerja, belum juga yang masih kuliah atau sekolah, yaaa walaupun mungkin mereka akan datang kasian juga kan, meninggalkan pekerjaan hanya demi melihat saya menikah. siapa guwe?? :D. rencanapun di ubah menjadi ada resepsi yang akan diselenggarakan di rumah, tapi setelah membuat list daftar undangan yang ternyata keluarga kami cukup banyak lebih dari 100an orang belum dari pihak mempelai laki-laki, belum juga tetangga, dan teman dekat dan karena rumah saya (lebih tepatnya rumah orang tua saya) tidak memungkinkan untuk memuat 200 orang .Fix.akhirnya  beralihlah acaranya ke gedung.

Pernikahan kami persiapannya serba mefeet, fet.. fet..dan mendadak, bukan karena MBA kayak yg di sinetron sinetron gtu shingga harus melangsungkan pernikahan secara mendadak tapi karena banyak hal yang terjadi diluar sekenario. Salah satunya karena peraturan KUA yang kekeuh melarang untuk menikah di hari libur, sementara kedua keluarga sudah sepakat akad nikah akan diselenggarakan pada hari minggu 23 Februari 2014, gara2 itu akhirnya H min dua bulan baru pesan undangan, dan kebetulan dapat vendor yang gak asyik banget (nanti dibahas di review vendor), alhasil H min dua minggu undangan baru jadi.

Jumat 21 Februari 2014 kami melangsungkan akad nikah disusul dengan acara resepsi yang diselenggarakan pada hari minggu 23 Februari 2014. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar dan sesuai keinginan. Akad nikah berlangsung dengan khidmad, dan resepsi dilaksanakan di gedung SMA Negeri 11 Surabaya dengan tamu undangan orang-orang terdekat saja.

Untuk catatan aja deh klo mau nikah cari vendornya harus jauh-jauh bulan sebelumnya, kalau mefet-mefet seperti saya takutnya kalau pas ketemu vendor yang ternyata tidak mengenakkan tidak bisa  ganti vendor karena keterbatasan waktu.



0 komentar:

Posting Komentar

 
;